Translate

Sabtu, 25 Mei 2013

MY LOVE, MY LIFE, MY DREAMS

-->

Author : Echa (@Echatiwi3_)
Genre  : Relationship, Family
Cast    : Christy, Helen, Fani, Dea, Rizki, dll.




        “Belajarlah dari masa lalu, hidup untuk sekarang & berharap dimasa depan’’

         Aku terlahir dari keluarga sederhana, dan aku adalah anak semata wayang dikeluargaku. Mungkin aku berbeda dari yang lain. Karna kehidupanku tidak sama dengan anak-anak seusiaku pada umumnya. Christika Dhiaputri Ramadhan, itulah namaku. Keluargaku biasa memanggilku Christy.
Sejak kecil aku tinggal bersama nenekku. Karna semenjak melahirkanku, ibu telah dipanggil oleh Sang Maha Pencipta. Aku sangat merindukan sosok seorang ibu didalam hidupku, namun itu semua telah aku dapatkan didalam diri nenekku. Aku jarang sekali melihat ayahku, karna beliau bekerja diluar kota, dan aku dapat bertemu dengan ayahku setiap sebulan sekali.
Mungkin jika aku melihat kehidupan anak-anak diluar sana, aku merasa sangat iri dengan mereka. Mereka dapat berkumpul dengan keluarganya & dapat melihat ayah dan ibunya setiap hari. Sedangkan aku, ibuku telah lama meninggal dan ayah sibuk membanting tulang untuk memenuhi kehidupanku sehari-hari. 
 
          Saat ini aku duduk dibangku SMA, lebih tepatnya kelas XII. Disekolah aku memiliki beberapa sahabat diantaranya:
  1. Helena Hadiningrat (Helen)
Dia adalah sahabatku yang selalu mendengarkan isi hatiku. Namun semenjak dia mempunyai pacar, dia jarang sekali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, mungkin bisa dikatakan lebih cenderung ke pacarnya daripada sahabatnya.
  1. Stefani Raisa (Fani)
Diantara beberapa sahabatku, dialah yang paling cantik. Namun semenjak menjadi ketua OSIS, dia agak sombong terhadap sahabat-sahabatnya.
  1. Valerina Deasinta (Dea)
Dia adalah sahabatku yang paling pintar. Dan dia selalu menjadi the best dikelasku. Dan dialah yang sejak kelas X telah menjadi sahabat terbaikku hingga saat ini.
  1. Rizkia Rahadian (Rizki)
Dia selalu di bullying oleh kami berempat. Namun dia tetap setia terhadap kami. Dan dia adalah sahabat kami yang selalu galau.
Disekolah, aku menyukai teman seangkatan yang sama-sama anak IPA. Stefanus Sinatrya, itulah namanya. Teman-temannya biasa memanggilnya Efan. Aku dan Efan memang telah lama kenal dan boleh dibilang telah akrab. Aku selalu curhat mengenai Efan kepada Dea. Karna aku sangat mempercayai Dea & lagipula Dea sahabat terbaikku.
‘’Christy, kamu bener-bener suka ya sama Efan?’’ kata Dea.
‘’Iya, emang kenapa sih Dea? Kan kamu tau sendiri kalo aku suka sama Efan tu uda lama.’’ Jawabku.
‘’Iya sih, kalo itu aku juga uda tau.’’
‘’Terus kenapa coba, kok tiba-tiba kamu tanya kayak gitu De?’’
‘’Haduhh gimana ya Chris, aku mau bilang sesuatu ke kamu, tapi aku gak enak sama dirimu.’’
‘’Bilang aja, gausah malu-malu, biasanya kamu kan malu-maluin hehe.’’
‘’Ciyus, enelan, miapah?’’
‘’Hmm, Dea mulai deh lebainya. Ayo buruan cerita, aku makin penasaran nih.’’
Dan tak lama kemudian, Dea bercerita mengenai Efan.
‘’Chris, sebelumnya aku minta maaf sama kamu & aku harap kamu gak marah sama aku.’’
‘’Emang kenapa sih De, kok pake acara minta maaf segala, ini kan belum lebaran, masa uda maaf-maafan sih hehe.’’
‘’Christy, aku tu lagi serius.’’
‘’Oke, silahkan dilanjut ceritanya.’’
‘’Jadi gini Chris, kemarin malem Efan tu kerumahku dan gak taunya dia nembak aku.’’
‘’APAAAAA?????????? Bilang ke aku De, kalo kamu itu lagi becanda kan?’’
‘’Enggak Christy, aku serius. Kalo enggak percaya, aku akan telfon Efan sekarang.’’
Tanpa menunggu lama, Dea telah menghubungi Efan. Dan beberapa detik kemudian, Efan telah mengangkat telfonnya.
‘’Efan, kamu lagi dimana?’’ tanya Dea melalui telepon genggamnya.
‘’Lagi dihatimu sayang.’’ Rayuan gombalnya Efan pun keluar.
‘’Yauda sayang, telfonnya nanti aja ya, soalnya aku gak enak sama Christy.’’
‘’Oke gapapa, I miss you sayangku.’’
‘’Miss you too.’’
Saat mendengarkan percakapan Dea dan Efan di telepon genggam, dalam hatiku aku merasa sangat sakit. Ingin rasanya aku menanggis, namun air mataku tak dapat menetes. Dan akupun ingin berteriak sekencang-kencangnya. Aku tak habis pikir, ternyata sahabat terbaikku sendiri bisa-bisanya menusukku dari belakang.
‘’Sekarang kamu uda percaya kan, Chris?’’ tanya Dea terhadapku.
‘’Ya, I believe Dea. Congratulation ya De, and longlast ya.’’ jawabku sambil tersenyum.
Dan setelah itu, Dea pun pergi meninggalkanku sendirian disini. Dan semenjak saat itu, hubunganku dengan Dea boleh dikatakan tak sebaik seperti dulu. Karna semakin hari, setiap lewat didepanku dia selalu menjadi-jadi atau lebih tepatnya dia memanasiku. Aku sadar, aku hanya manusia biasa yang tak punya apa-apa. Dan aku tau dia lebih cantik dan lebih pintar dariku, tapi kenapa setiap aku memiliki sesuatu, dia secara halus merebutnya dariku. Dan sejak aku mengetahui jika kini Efan telah menjadi miliknya, aku berusaha untuk rela dan mencoba melupakan Efan dari hati dan hidupku. Aku percaya bahwa Tuhan tidak tidur, dan semoga Tuhan membalas perlakuan Dea terhadapku, amin.

4 bulan kemudian...

        Ujian Nasional pun telah aku lalui, dan sekarang hanya tinggal berdoa supaya lulus dan mendapatkan nilai yang memuaskan agar mendapatkan beasiswa di Universitas yang aku impikan.

Dua minggu kemudian...

        Disaat menunggu hasil UN, aku tak pernah ketinggalan untuk mencari beasiswa melalui online. Dan alhamdulillah, aku diterima disalah satu Universitas Ternama di kota Yogyakarta yaitu di Universitas Gajahmada (UGM). Alasanku memilih kota Yogyakarta adalah karna aku ingin meninggalkan kota Bandung dan ingin melupakan kejadian yang terjadi diantara aku dengan Dea. Selain itu, kota Yogyakarta terkenal dengan kota pelajar.

Detik-detik kelulusan...

         Bu Anastasya adalah wali kelasku. Beliau memberitahukan kepada kami bahwa kelulusan akan diumumkan jam 14.00 WIB. Dan disaat menunggu hasil kelulusan, aku dan teman sekelasku merasa deg-degan dengan pengumuman nanti.
‘’Christy, kok kamu santai banget sih, gak kayak kita-kita yang ketakutan gara-gara pengumuman nanti siang?’’ tanya seorang temanku.
‘’Aku sama kayak kalian kok, aku juga sebenarnya takut. Tapi aku percaya kok, pasti satu sekolah ini lulus semua.’’ Sahutku.
‘’Amiiiiiinnnnnnnnn’’ seluruh teman-temanku mengaminiku doaku.
‘’Oh ya Chris, setelah lulus kamu mau kemana?’’
‘’Aku nglanjutin kuliah di Yogyakarta.’’
‘’Yogyakarta Chris? Jauh amat? Kenapa gak di Bandung aja, kan bisa ketemu dengan kita-kita?’’
‘’Bener tu Chris.’’
‘’Iya sih, tapi gimana lagi. Aku uda terlanjur diterima disana. Tapi tenang aja, kita kan masih bisa komunikasi lewat hp maupun media sosial.’’
‘’Emang kamu kuliah di Universitas mana Chris?’’
‘’Bukannya gak mau ngasih tau ke kalian, tapi identitasku aku sembunyiin, maafin aku ya guys.’’
‘’Yahh Christy, kok gitu sih?’’
‘’Maaf ya guys.’’
Tiba-tiba bu Anastasya masuk ke kelas kami dengan membawa beberapa amplop yang mungkin itu adalah surat kelulusan kami.
‘’Baiklah anak-anak, ibu harap kalian bisa mengosongkan kelas ini, karna kelas ini akan dipake untuk rapat dan membagikan hasil kelulusan ke orangtua kalian.’’
‘’Baik bu.’’ Sahut kami sekelas.
Saat itu, yang hadir disekolah adalah ayahku. Ayahku jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk mengambilkan hasil kelulusanku. Dan disaat beberapa orangtua temanku sudah keluar, jantungku berdetak sangat kencang, apalagi ketika ayahku keluar dari kelas dan membawa sebuah amplop putih dengan ekspresi wajah yang tidak seperti biasanya.
‘’Ayah, gimana hasilnya, aku lulus gak yah?’’ tanyaku penasaran.
‘’Maafin ayah, Christy. Kamu dinyatakan gak lulus.’’ Jawab ayahku.
‘’APAAA??? OH NO!!!!’’ aku pun sangat terkejut dan seketika menanggis.
‘’Christy, kenapa kamu menanggis?’’ tanya ayahku.
‘’Christy malu yah, Christy uda belajar dengan giat tapi Christy malah gak lulus.’’ Jawabku sambil menitikkan air mata.
‘’Cupcupcup, uda Christy jangan nanggis lagi, malu dilihatin teman-temanmu.’’
‘’Biarin yah, Christy malu sama ayah dan diri Christy sendiri.’’
‘’Kenapa mesti malu? Ayah malah bangga sama kamu Christy.’’ Jawab ayahku sambil tersenyum.
‘’Maksud ayah gimana?’’ tanyaku keheranan.
‘’ hahahaha, ayah itu bohong ke kamu Christy. Ayah ingin lihat ekspresi anak kesayangan ayah yang tau kalo dirinya gak lulus.’’
‘’Ya ampun ayah jahat banget sih. Christy syok banget tau gak sih yah.’’ Jawabku sambil manyun.’’
‘’Maaf sayang, ayah becanda. Congratulation ya putri ayah yang cantik.’’
‘’Emang nilai Christy kayak apa sih yah?’’
Ayah pun menyodorkan amplop putih yang dibawanya kepadaku. Dan aku pun langsung membukanya, dan untuk kedua kalinya aku syok melihat nilai ujianku.’’
‘’Gimana Christy nilainya?’’
‘’Ini beneran punya Christy yah?’’ tanyaku yang tak percaya.
‘’Iya, ayah benar-benar bangga dengan kamu Christy. Kapan kamu akan berangkat ke Yogyakarta?’’
‘’Kalo bisa secepatnya yah, soalnya Christy uda gak sabar pengen cepet-cepet kesana.’’
‘’Yauda kalo gitu kita pulang sekarang, nenek sudah menunggu dirumah daritadi.’’
‘’Baik ayah.’’

Malam harinya...

        Selesai makan malam bersama ayah dan nenek, tiba-tiba hp ku bunyi. Ternyata, Fani meneleponku.
‘’Hallo, Christy?’’
‘’Iya, Fan. Kenapa?’’
‘’Gimana tadi, lulus gak?’’
‘’Alhamdulillah lulus Fan, kamu sendiri gimana Fan?’’
‘’Aku juga lulus kok Chris. Eh Christy aku boleh curhat sama kamu gak?’’
‘’Ya boleh dong Fan, silahkan.’’
‘’Kasihan nasib sahabat-sahabat kita seperti Helen, Rizki, dan Dea.’’
‘’Emang kenapa dengan mereka? Bukannya mereka kan lulus, Fan?’’
‘’Iya Christy, tapi nilainya minim banget. Apalagi si Helen dan Dea, mereka nyaris gak lulus gara-gara kebanyakan pacaran. Dan Rizki, dia belajarnya kebut semalaman, jadi hasilnya gak memuaskan.’’
‘’Ya ampun kasihan banget mereka. Terus kamu mau nglanjutin kuliah dimana, Fan?’’ tanyaku.
‘’Kayaknya aku gak nglanjutin Chris, aku ingin kerja aja. Dan Helen sama Dea juga sama kayak aku. Kalo Rizki, dia kuliah di bidang perawat. Lha kamu gimana Chris?’’
‘’Insya allah aku nglanjutin kuliah, Fan?’’
‘’Yang jelas diBandung kan Chris?’’
‘’Iya.’’
‘’Yauda Chris, telfonnya udahan dulu ya. Aku mau bantuin ortu dulu. See you next time Christy.’’
‘’See you, Fani.’’
Setelah menerima telepon dari Fani, aku menyadari bahwa ternyata Tuhan mendengarkan doaku. 
 
2 minggu kemudian...

         Setelah semuanya selesai, akhirnya aku bisa berangkat ke Yogyakarta. Sesampainya disana (Yogyakarta), aku mencari tempat kost untuk tempat beristirahatku selama kuliah disana. Dan ternyata benar, kalo jodoh itu gak kemana. Tanpa disangka, ternyata Efan kuliah juga di UGM. Dan dia nyaris satu jurusan denganku. Dan tempat kost nya juga tak jauh dari tempat kost ku.
‘’Christy, kamu Christy kan yang dulu sekolah di SMAN 6 Bandung?’’
‘’Iya, kamu kok tau namaku sih?’’ jawabku yang pura-pura gak mengenali Efan.
‘’Kamu lupa atau gimana sih Chris, ini aku Efan anak SMAN 6 Bandung.’’
‘’Efan? Iya aku inget, Efan cowoknya Dea kan?’’
‘’Mantan Chris.’’
‘’Oops, sorry. Aku kira kamu masih pacaran sama Dea.’’
‘’Uda lama putus kok Chris, lagian aku juga gak suka sama Dea.’’
‘’Terus kenapa kamu pacarin?’’
‘’Aku kasihan sama dia.’’
‘’Ohhh.’’ Jawabku singkat.
‘’Christy, aku boleh jujur sama kamu gak? Tapi janji ya, jangan marah?’’
‘’Oke, janji gak marah deh Fan.’’
‘’Jujur aja ya Chris, sebenernya aku tu suka sama kamu sejak awal SMA. Tapi aku takut kalo kamu menolakku, secara kamu kan kutu buku.’’
‘’Hmmm, kenapa gak bilang dari dulu? Pake acara pacarin sahabatku segala lagi.’’
‘’Kan tadi aku uda bilang. Gimana Chris, kamu mau gak?’’
‘’Kamu gak becanda kan?’’
‘’Ya enggaklah Christy, aku serius.’’
‘’Jawab sekarang nih?’’
‘’Gak, tahun depan! Ya sekaranglah.’’
‘’hahaha, gitu aja Efan uda ngambek. Oke, aku terima kamu.’’
‘’Beneran?’’
‘’Iya lah, masa bohongan sih.’’
‘’Makasih ya Christy.’’
‘’Iya sama-sama Efan.’’

        Dan inilah akhir dari hidupku yang aku lalui dengan kesabaran dan ketabahan. Dan cinta yang selama ini ku nanti, kini telah menyatu menjadi satu. Dan Impianku untuk mendapatkan beasiswa pun tercapai, karena motivasi yang ayah dan nenek berikan untukku. Sekali lagi aku berterima kasih kepada kalian semua, untuk Tuhan, keluargaku, beserta sahabat-sahabatku yang selalu ada disaat suka maupun duka.

THE END




         Nah, gimana ceritanya guys? Mian, jika ada kata-kata yang salah. Dan cerita ini hanya fiktif belaka.
         Seperti biasanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys ?
         Gomawo ^-^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar